Terkadang kita harus memilih antara realita dan perasaan, idealis dan praktis.Bagi kita para suami ketika harus jauh dari keluarga, istri dan anak-anak kita yang sedang tumbuh akan merupakan pilihan yang sangat berat, satu pihak kita harus mencari nafkah dan di pihak lain akan kehilangan waktu bersama, melihat istri berias cantik untuk kita, melihat si kecil menangis dan memukuli kita dengan lembut, dan tertawa mereka yang merupakan suara yang selalu akan kita rindukan diantara ribuan suara yang kita bisa temui setiap hari.
Waktu yang berlalu tanpa kehadiran mereka bagi kita, dan waktu yang berlalu yang menumbuhkan tubuh dan kedewasaan pikiran si kecil tanpa kehadiran kita, tidak akan bisa kita gantikan dengan apapun, tetapi kenapa kita para suami tetap harus meninggalkan mereka dengan alasan pekerjaan?
Kita para suami akan sanggup memikul beban berat mereka diatas pundak kita, tetapi tak akan sanggup untuk menerima omongan orang lain tentang ketidakmampuan menafkahi mereka... itulah kenapa kita harus memilih..
Dan pilihan kita adalah realita kehidupam.... tidak idealis dan popilis tapi pragmatis dan mungkin praktis..
Tidak masalah.. kita akan menangisi ketidak hadiran kita di hari-hari mereka dimana kita tidak bisa memutar kembali waktu tersebut.. kita pikul tanggungjawab ini diatas pundak kita... sampai pundak kita tidak bisa menopang lagi..
Ya.. ini adalah pilihan.. pilihan bagi lelaki pilihan,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar